Cerita Cinta Mistis: Hantu Jepang Tanpa Kepala Di Bangunan Tua



Cerita hantu tanpa kepala ini memang sudah sejak semasa pada kakek nenek saya dulu bau kencur hingga sampai kini masih kerap menjadi suatu perbincangan masyarakat didalam dusun kami. Pasalnya penampakan hantu yang telah digambarkan bertubuh tegap namun tidak terlalu tinggi ini hingga kini masih sering juga menampakkan diri di sebuah bangunan tua yang umurnya hampir diperkirakan sudah berusia sampai ratusan tahun.

Menurut salah satu sesepuh di kampung saya yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk halus konon dulunya hantu tanpa kepala itu merupakan anggota pasukan Jepang semacam batalyon yang ditugaskan mengambil alih seluruh wilayah Jawa Tengah dan termasuk Magelang.

Menurut ceritanya anggota pasukan yang kemudian diketahui namanya Tajima ini semasa tugasnya terlibat kisah asmara dengan wanita setempat. Padahal dari kedatangannya ke Indonesia dia telah diwanti-wanti oleh komandannya untuk tidak membawa perasaan dalam bertugas

Secara sembunyi-sembunyi Tajima menjalin asmara dengan perempuan asli Magelang yang bernama Raminten. Namun nahas ketika komandan batalyonnya mengetahui kisah asmara mereka, dengan menggunakan kekuasaannya sang komandan meminta Tajima untuk menghabisi wanita yang ia cintainya dengan alasan menjadi penghambat tugas sekaligus aib seluruh pasukannya.

“Sebagai hukuman kamu harus menghabisi wanita itu dengan tanganmu sendiri, dan bawakan kepalanya ke hadapanku sebagai bukti kamu telah melaksanakan tugasmu, jika tidak jangan tanya jika kepalamu sendiri yang akan terpisah dari badanmu”


Begitu kurang lebih perintah komandan batalyon menugaskan Tajima dengan kejam dan tanpa perasaan. Tanpa bisa berbuat banyak di hadapan komandannya Tajima hanya dapat berkata siap sebagai seorang pasukan melaksanakan perintah komandannya.

Namun yang namanya terlanjur cinta tentu dia tidak tega melihat kekasihnya menderita, terlebih harus membunuhnya dengan tangannya sendiri.

Singkat cerita Tajima memutuskan untuk keluar dari batalyon nya secara diam-diam karena memihak pada Raminten dan berharap bisa menjalani sisa hidupnya di Indonesia bersama sang kekasih. Dengan berdalih akan melaksanakan tugas dari komandannya ia segera bergegas pergi membawa sebilah samurai yang diselipkan dalam pinggannya.

Dalam pelariannya Tajima mengabarkan pada Raminten untuk segera ikut dengannya pergi meninggalkan kampung karena keselamatannya akan terancam. Barang kali dulu mereka ingin bersembunyi di bawah lereng gunung merapi agar tidak ditemukan oleh pasukan Jepang yang pastinya akan mencari keberadaan Tajima yang telah membelot dari tugas negaranya.

Sebelum sampai keduanya di lereng gunung merapi rupanya komandan pasukan Jepang telah menyadari jika Tajima salah satu pasukannya telah berkhianat. Seluruh anggota pasukan dikerahkan untuk mencari keberadaan Tajima dan membawanya baik secara hidup-hidup maupun mati.

Akhirnya pasukan Jepang tersebut menemukan Tajima dan kekasihnya yang tengah bersembunyi di salah satu rumah milik Lurah di daerah kami. Tanpa babibu pasukan Jepang yang tak lain adalah teman-teman Tajima menggeledah seluruh isi rumah dan menumpas seluruh orang yang tinggal di sana.

Karena tidak tahan dengan kekejaman teman-temannya akhirnya Tajima keluar dari persembunyiannya dan mencoba memberikan perlawanan dengan samurai yang ada di tangannya. Sementara itu Raminten diminta untuk tetap bersembunyi walau apapun yang terjadi.

Akhir pergulatan Tajima tewas secara mengenaskan dengan luka tembak di dadanya. Sebagai bukti mereka telah membunuh Tajima salah seorang pasukan memenggal kepalanya dan membawanya pada sang komandan.

Semenjak peristiwa kejam tersebut rumah mantan Lurah pada masa penjajahan Jepang dulu kosong tak berpenghuni. Tak lama dari kejadian itu banyak sekali warga di daerah sini yang melihat penampakan hantu baik di teras bangunan maupun di pekarangan. Sosok hantu yang kerap menunjukkan keberadaannya tak lain adalah hantu kepala buntung.

Hingga saat ini bangunan tua tersebut masih ada dengan kondisi reot dan tak terawat, hantu tanpa kepala yang diyakini menjadi penghuni rumah seram tersebut hingga kini masih sering menampakkan diri.

Terakhir terjadi dipertengahan bulan yang lalu dimana salah satunya warga yang tengah melakukan dalam ronda rutin mengaku melihat adanya penampakan hantu kepala buntung tepat saat ketika ia patroli di depan bangunan tua yang telah melegenda itu. Saya sendiri pun tak berani untuk melewati rumah yang tak berpenghuni itu di saat malam hari, apa lagi sampai lebih dari jam 9 malam bisa dipastikan nya saya akan memilih melewati pada jalan alternatif lain meskipun agak sedikit lebih jauh dan juga harus memutar. [hor]
Share on Google Plus

About Bengkel Redaksi

0 komentar:

Posting Komentar